Rabu, 29 April 2009

Pengaruh Musik Klasik pada Perkembangan Janin


Mendengarkan musik klasik sebenarnya merupakan bagian dari beberapa stimulasi yang biasanya diberikan oleh ibu hamil kepada janin di dalam kandungannya. Stimulasi tersebut meliputi stimulasi fisik-motorik dengan "mengelus-elus" jabang bayi melalui kulit perut sang ibu, stimulasi kognitif dengan berbicara dan bercerita kepada janin, dan stimulasi afektif dengan menyentuh perasaan bayi. Makin sering dan teratur perangsangan diberikan, makin efektif pengaruhnya.

Pada janin, musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak. Perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun. Namun, intervensi ini haruslah seimbang. Orang tua sebaiknya tidak hanya menstimulasi kemampuan otak kiri, tetapi juga otak kanannya.

Oleh para pakar, organ pengontrol pikiran, ucapan, dan emosi ini memang dibedakan atas dua belahan, kiri dan kanan, dengan fungsi berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian. Sementara otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis.

Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga kreatif. Kalau dia pintar matematika, dia juga mampu berbahasa, menulis, dan mengarang dengan baik.

Sementara itu bagi ibu hamil, musik - terutama yang klasik - bisa membebaskannya dari stres akibat kehamilan. Ini sangat baik sebab, stres yang tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk bagi ibu yang bersangkutan dan perkembangan janin di rahimnya. Stres pada wanita hamil akan meningkatkan kadar renin angiotensin, yang memang sudah meningkat pada wanita hamil sehingga akan mengurangi sirkulasi rahim-plasenta-janin. Penurunan sirkulasi ini menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen kepada janin berkurang. Perkembangan janin pun terhambat. Hambatan macam ini bisa dihilangkan atau dikurangi bila si ibu mendengarkan musik klasik, terutama karya Mozart & Beethoven.

Memang, tidak setiap ibu hamil menyukai musik klasik. Namun, kalau didengarkan secara berulang-ulang hingga hafal, akan terasa letak indahnya musik klasik ini. Keindahan dan ketenangan inilah yang membuat musik klasik itu istimewa.

Stimulasi perkembangan otak janin ini bisa dilakukan sejak usia kehamilan 18 - 20 minggu. Menurut Harold I. Kaplan, Benjamin J. Sadock, dan Jack A. Grebb, pada usia itu janin sudah dapat mendengar. Dia juga sudah bisa bereaksi terhadap suara dengan memberi respons berupa kontraksi otot, pergerakan, dan perubahan denyut jantung. Bahkan, pada usia itu perkembangan mental emosional janin sudah dapat dipengaruhi musik.

Mendengarkannya bisa dilakukan di mana saja. Namun, untuk tujuan terapi sebaiknya dilakukan di tempat khusus untuk terapi dan dipandu oleh pakarnya. Waktu yang diperlukan untuk terapi musik sekitar 30 menit, untuk relaksasi (10 - 15 menit), dan stimulasi (15 - 20 menit). Di rumah, lamanya mendengarkan musik yang dianjurkan untuk ibu hamil sekitar 30 menit setiap hari. Sebaiknya, saat mendengarkan jarak loudspeaker sekitar 50 cm dari perut. Si ibu bisa melakukannya dalam keadaan istirahat atau aktif seperti membaca atau melakukan senam hamil.

Untuk memperoleh manfaat dari mendengarkan musik, ibu hamil dianjurkan mendengarkan dengan penuh perhatian dan kesadaran. Musik mesti mendapat kesempatan untuk merasuk ke dalam pikiran. Dengan demikian, suara, harmoni, dan irama musik dapat mendorong seseorang untuk bergairah, kreatif, dan menyenangkan.

Kalendar Kehamilan Trimester Ketiga


Minggu ke-26
Lonjakan pertumbuhan bayi, terjadi pada minggu ini hingga minggu ke-29. Sekarang saja panjangnya sudah 36 cm dan beratnya 1 pon 7 ons. Gerakannya pun sudah bisa Ibu rasakan setiap hari. Bila karena suatu hal, ia terpaksa lahir lebih awal, paru-parunya sudah siap bernafas walau masih berkembang. Denyut jantungnya rata-rata 150 denyut/menit. Bila bayi Ibu laki-laki, denyutnya bisa lebih tinggi dari 150 denyut/menit, sebaliknya untuk bayi perempuan sedikit lebih rendah.

Minggu ke-27
Panjang bayi Ibu kini 37cm dengan bobot kurang lebih 2 pon. Memasuki trimester terakhir, bayi Ibu mulai menerima kekebalan terhadap infeksi dari antibodi yang ada di sekitar plasenta. Kekebalan ini akan meningkat dengan pemberian ASI dan terus berlangsung hingga usia bayi Ibu beberapa bulan.

Minggu ke-28
Dengan panjang sekitar 38cm dan berat 0.8 kg, bayi Ibu kini dapat melihat sekitarnya serta membuka kelopak matanya. Panca inderanya yang lain kini hampir lengkap. Ia dapat merasakan, menyentuh dan mengenal suara Ibu tanpa kesulitan. Karena bayi Ibu makin tumbuh, ruang geraknya dalam rahim jadi semakin sempit. Tendangannya pun makin terasa. Untuk mencari posisi yang nyaman, ia akan menarik lengan dan kaki ke dada seperti posisi janin pada umumnya.

Minggu ke-29
engan panjang hampir 40 cm, bayi Ibu kini berbobot kurang lebih 1 kg. Walaupun tiap bayi berbeda, tapi selama trimester ketiga ini, Ibu bisa memperkirakan berat bayi Ibu mungkin akan meningkat tiga kali lipat menjelang minggu ke-40.
Kalau Ibu lihat dalam saat di USG, bayi Ibu kini sudah sepenuhnya berbentuk. Walau belum matang, namun semua organnya sudah berkembang.

Minggu ke-30
Saat ini Ibu mungkin merasa perut Ibu sangat besar. Wajar saja, karena kini bayi Ibu panjangnya sudah 40 cm dengan berat sekitar 1.1 kg. .80% waktunya kini Ia habiskan untuk tidur dan bermimpi. Perkembangan otaknya juga pesat di minggu ini.

Minggu ke-31
Panjang bayi Ibu kini sekitar 41cm dan beratnya bertambah menjadi sekitar 1.5 kg. Bagian otaknya sudah berkembang. Ibu juga sudah bisa memberi rangsangan, lewat musik misalnya.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa para bayi yang diberi rangsangan musik sejak dalam kandungan, akan memberikan respon baik setelah lahir. Mengapa tidak Ibu coba?

Minggu ke-32
Panjang bayi Ibu kini sekitar 42cm dengan bobot kurang lebih sekitar 1.6 kg. Semua sistemnya sudah berkembang baik kecuali paru-paru dan pencernaan yang akan berkembang beberapa minggu lagi.
Saat bayi Ibu bangun, matanya terbuka dan ia melakukan berbagai hal yang biasa dilakukan bayi yang baru lahir, seperti memegang kaki dan menghisap jempolnya.
Ekspresi wajahnya yang mulai bervariasi akan membuat Ibu tak sabar melihatnya saat lahir.

Minggu ke-33
Pada minggu ke-33, sistem kekebalan tubuh bayi Ibu pun semakin kuat. Kalau ia lahir sekitar satu bulan ini, kurang lebih dua pertiga sistem kekebalan tubuhnya berkembang. Kulit bayi Ibu menjadi lebih tebal dan kerut-kerutnya sudah jauh berkurang. Beratnya kini sekitar 1.9 kg dan panjangnya sekitar 44cm.

Minggu ke-34
Enam minggu lagi bayi Ibu akan lahir. Panjangnya sekarang sekitar 45cm dan bobotnya kurang lebih sekitar 2,1 kg. Kulitnya sudah mulai menebal lengkap dengan lapisan lemak yang tersimpan di dalam kulit untuk proses insulasi dan makanan.
Ibu akan terus menerima antibodi untuk memberi kekebalan tubuh terhadap penyakit serta untuk menyiapkan sang bayi menghadapi kehidupan dunia luar.

Minggu ke-35
Bayi Ibu kini sudah mampu merespon cahaya, suara dan rasa sakit. Sejalan dengan tumbuh kembangnya, volume cairan amniotik juga berkurang dalam rahim Ibu. Ia kini mengisi hampir seluruh ruang dalam rahim.
Ususnya sudah terisi kotoran berwarna hijau yang disebut meconium. Jangan heran, bayi Ibu mungkin bisa langsung pup pertama kali sesaat setelah lahir.

Minggu ke-36
Bayi Ibu sudah semakin montok . Berat badannya meningkat 0.1 kg setiap minggu pada akhir trimester ke-3 ini dan panjangnya 47 cm. Jika ia adalah bayi pertama Ibu, maka kepalanya mungkin sudah mengarah ke bawah menuju jalan lahir.
Tapi jika belum, bukan masalah, kok. Bayi Ibu akan terampil mencari jalan lahir.

Minggu ke-37
Karena ruang untuknya sudah semakin sempit, maka gerakannya kini bukan terasa menendang tapi menggeliat. Wajar saja, karena beratnya sekarang sekitar 2.7 kg dan panjangnya 49 cm. Besar kan?
Wajah bayi Ibu sudah lengkap. Kelopak matanya kini dapat terbuka dan tertutup dengan mudah dan sudah punya bulu mata. Lehernya juga semakin tebal.

Minggu ke-38
Bayi Ibu sudah makin matang. Di 2 minggu terakhir ini ia banyak berbaring. Umumnya, bayi yang siap lahir panjangnya sekitar 49 atau 50 cm, dan beratnya mendekati 2.9 kg. Ajaklah ia berbicara atau bernyanyi, karena ia sudah mampu mendengarkan suara Ibu. Komunikasi ini juga menciptakan kedekatan antara Ibu dan bayi.

Minggu ke-39
Satu minggu sebelum melahirkan, kepala bayi Ibu akan turun ke rongga pinggul.Tulang-tulang tengkoraknya sudah siap untuk proses persalinan sehingga kepala bayi Ibu dapat melewati leher rahim. Panjang bayi Ibu kini sekitar 50-51cm dan bobotnya bertambah sekitar 1 perhari.

Minggu ke-40

Dari satu sel, selama 9 bulan berubah menjadi seorang manusia kecil yang terdiri dari 200 juta sel. Sungguh menakjubkan!
Saat dilahirkan, berat rata-rata bayi adalah sekitar 3.4 kg dengan panjang 50cm. Ruang geraknya terbatas karena tubuhnya memenuhi rahim Ibu.


Kini, Bunda dan si kecil tinggal menunggu waktu kelahiran. Santai saja, banyak jalan, dan coba menikmati saat-saat terakhir merasakannya di perut ibu.
Memang wajar kalau Bunda cemas menghadapai proses melahirkan. Semua calon ibu merasakan hal yang sama. Maka itu, kenali tanda-tanda kelahiran dengan keluarnya bercak darah atau lendir kemerahan dari vagina. Kontraksi yang Bunda alami juga akan terus berlangsung semakin sering. Jangan lupa banyak menghela nafas agar ibu lebih rileks.

Selamat menyambut sang buah hati Bunda, semoga lancar dan tetap sehat!

Original articles reff : http://www.clubnutricia.co.id/





Selasa, 28 April 2009

Kalendar Kehamilan Trimester Kedua


Minggu ke-13
Mungkin Ibu kini tak asing lagi dengan gerakan bayi Ibu dalam rahim. Panjang tubuhnya yang sudah mencapai 8 cm memang makin aktif menendang dan berputar. Ginjal kecilnya pun mulai bekerja dan mulai mengirimkan air seni ke kandung kemihnya.
Kini ukuran kepalanya sepertiga ukuran badannya. Setiap minggu, ukuran bayi Ibu makin menyerupai ukuran bayi baru lahir.

Minggu ke-14
Pada tahap ini, jantung bayi Ibu sudah mampu memompa beberapa liter darah ke seluruh tubuh mungilnya setiap hari. Ia sudah bisa mengatur gerakan nafas walau masih memperoleh oksigen dari plasenta yang disalurkan melalui tali pusat. Panjang bayi Ibu kini 9 cm.

Minggu ke-15
Saat perut Ibu makin membuncit, panjang bayi Ibu pun bertambah menjadi sekitar 12 cm. Tulang-tulangnya mulai mengeras dan bulu-bulu halus (lanugo) mulai tampak pada kulitnya.
Coba perhatikan, ekpresi wajahnya mulai berbeda karena otot wajahnya sudah berkembang dan alis mata mulai terbentuk. Ia makin tampak seperti bayi.
Ia juga mulai sibuk menghisap dan mengeluarkan cairan amniotik yang berfungsi membantu perkembangan paru-parunya. Kakinya sudah tumbuh lebih panjang dari lengannya. Ia juga sudah mampu menggerakan tulang sendinya.

Minggu ke-16
Di minggu ke-16, panjang bayi Ibu sudah sekitar 15 cm dan sudah mempunyai kuku jari tangan dan kaki. Ia juga lebih aktif memutar kepalanya dan melatih ke-40 set ototnya. Walaupun kelopak matanya masih tertutup, namun ia dapat merasakan cahaya yang datang dari luar dunianya.

Minggu ke-17
Di minggu ke-17, panjang bayi kecil Ibu sekitar 17 cm. Ginjalnya mulai berfungsi baik. Ia juga sudah mulai buang air kecil seperti Ibu beberapa kali sehari. Urinenya disaring kembali oleh tubuh Ibu melalui plasenta. Pendengarannya sudah jauh lebih baik dan ia bisa merespon suara Ibu.

Minggu ke-18
Wah, bayi Ibu kini panjangnya sudah 18 cm. Lucunya, ia kini sudah mengembangkan kebiasaan tidur. Gerakannya pun makin sering Ibu rasakan. Serangkaian sidik jari yang unik mulai terbentuk pada jari tangan dan kakinya. Bila ia laki-laki, jenis kelaminnya sudah bisa dibedakan dan terlihat pada hasil USG.

Minggu ke-19
Sejak dalam kandungan, sebenarnya bayi sudah menyukai rasa manis karena memberinya rasa nyaman dan tenang. Indera pengecapnya kini sudah berkembang lebih baik dan bisa merasakan rasa manis cairan amniotic dalam rahim.
Pendengarannya kini cukup peka terhadap suara –suara . Panjang badannya kini 19 cm.

Minggu ke-20
Bayi Ibu kini makin pesat pertumbuhannya. Panjang badannya sudah mencapai 22 cm. Bagian otak yang mengontrol inderanya juga berkembang pesat. Detak jantungnya sekarang mudah dideteksi. Jangan heran, kulit bayi Ibu kini memproduksi lendir tebal berwarna putih yang disebut vernix. Lendir ini berfunsgi sebagai ‘anti-air’ untuk melindungi kulit bayi dalam kandungan.

Minggu ke-21
Bobot bayi dalam kandungan Ibu sudah sekitar 8 ons dengan panjang 26 cm. Karena ia sudah mampu mendengar suara Ibu, cobalah mengajaknya bercakap-cakap atau menyanyi untuknya.
Ginjalnya kini sudah bekerja dan mulai memroses kotorannya. Otak yang berkembang pesat membutuhkan asam lemak omega untuk terus tumbuh. Ibu bisa membantu pertumbuhannya dengan makan makanan seperti ikan atau sumber omega 3 lainnya.

Minggu ke-22
Saat ini pasti ibu sudah tak sabar menanti kelahiran sang buah hati. Apalagi kini ia sudah tidak kecil lagi. Panjangnya sudah 27 sampai 28 cm dengan berat 9 ons.
Ia juga kini makin peka pendengarannya terhadap suara Ibu. Wajah dan badannya makin mirip bayi baru lahir, walau kulitnya masih transparan dan lapisan lemaknya belum berkembang.

Minggu ke-23
Penasaran kan, bagaimana bayi Ibu saat ini? Ia sudah berlatih bernafas dan menghisap cairan amniotic ke dalam paru-parunya yang sedang berkembang. Kadang-kadang ia tampak memegang tali pusatnya.
Coba Ibu rasakan, pasti gerakannya lebih dahsyat dibanding minggu lalu. Ketika kulitnya berkembang, minyak dan kelenjar keringatnya pun mulai bekerja. Dengan berat 1 pon 1 ons dan panjang 29 cm, ia tampak sempurna sebagai bayi.

Minggu ke-24
Panjang bayi Ibu kini 30 cm dan beratnya 1 pon 3 ons. Menurut dokter, di usia ini bayi Ibu sudah mampu bertahan hidup bila harus lahir sekarang. Tapi dengan bantuan unit perawatan khusus bayi.

Minggu ke-25
Menjelang trimester ke-3, perkembangan bayi Ibu makin pesat. Panjangnya sekitar 34 cm dan beratnya 1 pon 6 ons. Selain suara Ibu, ia kini mampu mengenali suara ayahnya. Kalau Ibu bernyanyi atau suami memainkan musik. Ia pasti senang. Hebatnya lagi, otak yang makin berkembang sudah siap mengingat beberapa hal sejak dalam kandungan Ibu.

Original articles reff : http://www.clubnutricia.co.id/

Minggu, 26 April 2009

Kalendar Kehamilan Trimester Pertama


Para Bunda yang saat ini sedang mengandung ataupun sedang menanti kelahiran sang buah hati, pasti penasaran kan gimana yaa perkembangan si kecil di 'dalam sana' ?? Artikel berikut mungkin dapat sedikit membantu mengenai perkembangan janin minggu per minggu.

Minggu ke-6

Memasuki minggu ke-6 kehamilan, panjang bayi Ibu kini sekitar 8 mm atau dua kali dari ukuran minggu lalu. Jantung kecilnya sudah berdetak kurang lebih 100-130 denyutan per menit.
Sirkulasi darahnya juga sudah mulai bekerja, serta gelombang otaknya sudah dapat terdeteksi dari hari ke-40, saat jaringan otaknya berkembang pesat. Beberapa tonjolan yang merupakan cikal bakal kaki dan lengan juga mulai terbentuk. Begitu juga dengan matanya.

Minggu ke-7
Di minggu ke-7 kehamilan, panjang bayi Ibu mencapai 12 mm. Sistem pencernaannya sudah mulai berkembang dan beberapa jalur pernafasan sudah mulai terbentuk di daerah jantung.
Lihat saja, bentuk lengan dan kakinya serta calon jari-jarinya sudah mulai terlihat jelas. Kelopak mata dan hidung juga mulai terbentuk. Secara keseluruhan, janin Ibu sudah terlihat seperti bayi.
Beberapa minggu ke depan, Ibu juga akan takjub merasakan tendangan-tendangan halus bayi karena serat ototnya mulai terbentuk dan membuat bayi kecil Ibu mulai bisa melakukan gerakan halus yang tak beraturan.

Minggu ke-8
Di usia 8 minggu ini, bayi kecil Ibu disebut fetus, artinya dalam bahasa latin adalah si kecil atau keturunan. Panjangnya sekitar 16 mm. Mata, mulut, dan hidung sudah terbentuk, akar gigi sulung, tulang-tulang sendi dan sel tulang juga sudah menggantikan tulang rawannya.
Semua organ tubuh mulai terbentuk, bahkan sidik jarinya yang unik.

Minggu ke-9
Panjang bayi Ibu di usia 9 minggu kini mencapai 2 cm. Lengan dan kakinya sedang tumbuh pesat dan siap bergerak. Akar gigi mulai berkembang dan telinga sudah terbentuk. Selaput pada jari-jarinya sudah mulai hilang, kelopak mata sudah terbentuk walau belum bisa dibuka. Kini Ia sudah mulai aktif memutar kepala, menggerakkan jari kaki dan menutup serta membuka mulut.

Minggu ke-10
Memasuki usia 10 minggu, bayi dalam rahim Ibu mencapai panjang 3 cm. Jangan heran bila kepalanya tampak sangat besar, karena otaknya berkembang lebih cepat dari bagian tubuh lainnya.
Ia bahkan sudah mulai tidur, bangun dan melatih ototnya. Ia sudah bisa menekuk lengan dan, tulang belakangnya tampak transaparan di balik kulitnya. Jari-jari kaki yang mulai terpisah, makin aktif bergerak.

Minggu ke-11
Wah, panjang bayi dalam rahim Ibu kini sekitar 4 cm! Otak, paru-paru, hati, dan ginjalnya sduah terbentuk semua. Ia sudah mampu menghisap, menelan bahkan menguap! Lucu sekali bukan?
Bayi mungil Ibu juga sudah bisa ‘menghirup’ cairan amniotik dan buang air kecil. Tangannya juga segera mampu membuka, mengepal, dan menggenggam. Jangan kaget bila ia makin sering menendang dan meluruskan badannya.

Minggu ke-12
Wajah bayi Ibu kini sudah tampak seperti manusia. Wah,menakjubkan! Panjangnya sekitar 6 cm dan matanya yang muncul dari samping kepala kini sudah mulai berdekatan pada posisi seharusnya. Begitu pula dengan telinganya.
Rambut dan kukunya mulai tumbuh. Dalam mulutnya sudah tumbuh akar gigi tipis yang akan menjadi gigi bayi. Coba lihat, ia mulai menghisap jempolnya. Pita suaranya sudah lengkap walau belum digunakan hingga beberapa detik pertama setelah lahir ke dunia.

Original articles reff : http://www.clubnutricia.co.id/

Jumat, 24 April 2009

Minggu ke 27-28 kehamilanku


Whuaaaah....ga berasa yaa udh mo memasuki bulan ketujuh nih.....senangnya :)
Si dede makin aktif aja gerakannya, berasa agak nyeri jg sih klo pas ditendang trs sering ngagetin lg......hehe. Ya gmn engga, lg nyantai 'n tidur2an tau-tau..........dukk dukk perut keliatan bergerak2....hihi, lucu bgt dech.....subhanallah. Alhamdulillah anakku aktif bergerak, walaupun penasaran bgt sich pengen tau dia tuh sebenarnya lg ngapain yaa di 'dalam sana'.
Satu lg nich pengalamanku, yang jg dialami oleh kebanyakan (kayaknya semua dech...) para ibu hamil, yaitu : susah tidur. Kayaknya smua posisi jd ga nyaman dech, walaupun para ahli bilang posisi paling baik tuh miring ke kiri or ke kanan, tapi tetap aja ga bisa bikin tidur jadi lelap. Apalagi posisi telentang, yang bikin badan smua jd pegal-pegal.
But anyway, aq selalu bersyukur bahwa selama kehamilan ini aq tak terlalu mengalami masalah, alhamdulillah smua lancar2 aja, si dede tau kali yaa untuk ga bikin orang tua-nya khawatir ....?? :)

Air Putih dan Manfaatnya untuk Ibu Hamil


Tahukah Bunda kalau air memiliki banyak manfaat bagi wanita hamil dan juga bayinya. Air membantu mempersiapkan tubuh menghadapi berbagai perubahan tubuh secara psikologis, dari efek samping dan rasa tidak nyaman selama masa kehamilan.

Dengan meminum air putih sebanyak delapan gelas per hari, tubuh akan mendapatkan banyak keuntungan. Tapi ingat, minumlah air mineral atau air yang sudah matang untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Air yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah cukup, akan membantu menghilangkan sodium yang tak dibutuhkan dan mencegah infeksi urin atau Urinary Tract Infections (UTIs). Infeksi ini dapat menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi, apalagi hormon kehamilan menyebabkan Ibu sangat membutuhkan banyak air. Sehingga meminum air yang cukup akan sangat membantu.

Air juga dibutuhkan untuk membawa nutrisi dari darah ke janin dalam kandungan, sehingga dibutuhkan sekitar satu gelas air setiap jamnya. Tak heran bila kecukupan minum juga mampu menghindarkan Anda dari kemungkinan lahir prematur di semester ketiga kehamilan.

Ketika hamil, volume darah di dalam tubuh akan berlipat ganda dan saat usia kehamilan mencapai delapan minggu pembuluh darah Anda menipis. Nah, air dapat membantu mencegah terjadi hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Efek lainnya, dengan banyak minum Anda tak hanya terhindar dari morning sickness, tapi kulit pun semakin terlihat sehat dan tidak mudah berjerawat. Selain itu, konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah terjadinya konstipasi (sembelit) dan penyakit hemorrhoids (ambeien/wasir). Jadi, ingat untuk selalu menyiapkan air putih di sekitar kita ya Bunda......

Kamis, 23 April 2009

Nutrisi Penting Selama Kehamilan


Ketika hamil, seringkali kita merasa khawatir apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah tercukupi nilai gizinya bagi perkembangan janin. Karena beberapa nutrisi memegang peranan yang sangat penting untuk perkembangan bayi. Ada baiknya kita cermati terlebih dahulu apa sajakah nutrisi tersebut dan sumber-sumber nutrisi itu dapat kita temukan.

1. Asam Folat
Asam Folat atau Folic Acid membantu mengurangi resiko bayi lahir dengan cacat seperti kelainan tulang belakang atau spina bifida. Asam Folat dapat ditemukan di brokoli, kol, kacang-kacangan, dan jeruk. Penuhi asupan Asam Folat Ibu hingga kehamilan 12 minggu.

2. Lemak Omega
Asam lemak omega 3 penting untuk membantu perkembangan sistim syaraf bayi Ibu. Untuk Ibu, dia berguna mencegah penyakit jantung.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi lemak omega 3 selama hamil, akan membuat bayi cerdas. Ikan berminyak seperti sarden, mackerel dan salmon merupakan sumber asam lemak omega 3.
Jangan khawatir, selain ikan-ikan itu, biji-bijian seperti biji labu kuning dan biji bunga mataharin (kuaci) juga mengandung lemak omega 3.

3. Zat Besi dan Vitamin C
Zat besi dibutuhkan untuk membawa tambahan oksigen dalam sel-sel darah merah Ibu. Ini penting untuk perkembangan otak bayi Ibu.
Kekurangan zat besi juga membuka peluang terjadinya anemia atau kurang darah. Ibu menjadi mudah lelah, lesu, dan pucat. Asupan zat besi bisa di dapat dari daging merah, ikan, telur, buah kering, biji-bijian, sereal, roti, dan sayuran berdaun hijau. Atau Ibu bisa meminta suplemen zat besi bila perlu. Jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin C yang membantu penyerapan zat besi oleh tubuh.

4. Vitamin tambahan selama hamil
Ibu mungkin membutuhkan vitamin selama hamil. Tanyakan pada dokter vitamin tambahan apa yang aman untuk ibu konsumsi selama hamil. Vitamin Ini akan membantu memenuhi kebutuhan gizi Ibu selama kehamilan.

5. Susu Hamil
Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi, Ibu juga bisa meminum susu kehamilan. Susu kehamilan biasanya dilengkapi oleh nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan oleh Ibu hamil seperti Asam Folat, Zat Besi, Kalsium, dan Vitamin. Periksa kandungan susu kehamilan sebelum Ibu membelinya. Yang penting adalah susu tersebut kandungannya mencakup semua kebutuhan nutrisi Ibu yang sudah kami sebutkan di atas.

Rabu, 22 April 2009

Gangguan Tidur pada Masa Kehamilan


Pada umumnya gangguan tidur ini terjadi pada usia kandungan trimester pertama dan ketiga.
Pada trimester pertama, sebagian ibu hamil sering merasa jengkel lantaran kerap bangun di malam hari hanya untuk buang air kecil. Tidur pun jadi sangat terganggu. Gejala sering buang air kecil ini terjadi lantaran kandung kemih mendapat tekanan akibat membesarnya rahim. Selain itu, di masa ini, kebanyakan ibu hamil juga didera oleh rasa mual yang tak cuma muncul pada pagi hari, tapi bisa jadi sepanjang hari.
Pada trimester ketiga, gangguan tidur bakal makin menjadi-jadi. Tak cuma akibat seringnya buang air kecil, tapi juga rasa tidak nyaman lantaran perut yang makin membuncit. Malah, beberapa wanita yang hamil tua mengaku sulit sekali tidur akibat rasa gerah yang sangat menyiksa.
Tidur yang nyaman pada umumnya dirasakan wanita hamil pada trimester kedua, karena di samping perut belum terlalu besar, pada trimester kedua rasa gerah juga belum mengganggu.

Ketika hamil banyak hal yang harus kita sesuaikan, salah satunya adalah posisi
tidur yang dalam hal ini khususnya di trimester ketiga. Posisi tidur yang salah bisa membuat tidur Anda tidak nyaman, ketika bangun pun tubuh akan terasa sakit. Masalahnya, posisi tidur favorit Anda bisa menjadi tidak nyaman ketika hamil.
Mungkin ketika sebelum hamil Anda merasa nyaman dengan posisi telentang atau tengkurap. Kini setelah hamil, posisi itu tidak lagi nyaman. Lalu, posisi seperti apakah yang nyaman bagi ibu hamil?

Posisi telentang : Posisi ini dianjurkan untuk kehamilan 16 minggu, karena Anda dapat meletakkan seluruh berat rahim ke belakang, menumpu pada usus dan pembuluh darah balik jantung bagian bawah (vena cava inferior).
Namun posisi ini juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, dan sirkulasi. Pada trimester kedua dan ketiga, posisi ini akan mempengaruhi tekanan darah, seperti turunnya tekanan darah yang menimbulkan sakit kepala. Sedangkan ibu yang memiliki tekanan darah tinggi, posisi ini sama sekali tidak dianjurkan.

Posisi miring ke kiri atau ke kanan : Posisi yang paling nyaman ketika hamil adalah miring. Selama masa kehamilan awal, Anda sudah bisa mulai mencoba untuk melatih diri Anda tidur dengan posisi miring ke kiri. Posisi ini memberikan keuntungan untuk bayi Anda dengan memaksimalkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta. Posisi ini juga membantu ginjal Anda bekerja efisien dalam membuang kotoran-kotoran dan cairan-cairan dari tubuh, yang berarti juga dapat mengurangi rasa sakit pada pergelangan kaki, telapak kaki, dan tangan.
Untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, tidurlah miring ke kiri dengan kedua lutut ditekuk, dan taruh sebuah bantal di antara kedua lutut Anda. Atur beberapa bantal di bawah pinggang dan dibelakang punggung Anda agar terasa lebih nyaman. Jika terasa pegal karena dalam satu posisi, Anda bisa merubah posisi miring ke kanan.

Namun jika Anda terbangun tengah malam dan mendapati posisi tidur Anda telentang atau tengkurap, jangan khawatir. Itu tidak akan mengganggu janin Anda. Anda tinggal merubah kembali posisi Anda miring.

Senin, 20 April 2009

Seputar Gizi Ibu Hamil di Trimester Ketiga




Di trimester ketiga, ibu hamil butuh bekal enerji yang memadai. Selain untuk mengatasi beban yang kian berat, juga sebagai cadangan enerji untuk persiapan persalinan kelak.

Itulah sebabnya pemenuhan gizi seimbang tak boleh dikesampingkan baik secara kualitas maupun kuantitas. PERTUMBUHAN otak JANIN akan terjadi cepat sekali pada dua bulan terakhir menjelang persalinan. Karena itu, jangan sampai kekurangan gizi.

Berikut ini sederet zat gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan TRIMESTER ke III ini, tentu tanpa mengabaikan zat gizi lainnya:

Kalori

Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000 -80.000 kilo kalori (kkal), dengan pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg. Pertambahan kalori ini diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. Untuk itu, tambahan kalori yang diperlukan setiap hari adalah sekitar 285-300 kkal.

Tambahan kalori diperlukan untuk PERTUMBUHAN jaringan JANIN dan plasenta dan menambah volume darah serta cairan amnion (ketuban). Selain itu, kalori juga berguna sebagai cadangan ibu untuk keperluan melahirkan dan menyusui.

Agar kebutuhan kalori terpenuhi, Anda harus menggenjot konsumsi makanan dari sumber karbohidrat dan lemak. Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian) dan produk olahannya, kentang, gula, kacang-kacangan, biji-bijian dan susu. Sementara untuk lemak, Anda bisa mengonsumsi mentega, susu, telur, daging berlemak, alpukat dan minyak nabati.

Vitamin B6 (Piridoksin)
Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim. Selain membantu metabolisma asam amino,karbohidrat, lemak dan pembentukan sel darah merah, juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf). Semakin berkembang otak jianin, semakin meningkat pula kemampuan untuk mengantarkan pesan.

Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar 2,2 miligram sehari. Makanan hewani adalah sumber yang kaya akan vitamin ini.

Yodium
Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksin yang berperan mengontrol setiap metabolisma sel baru yang terbentuk. Bila kekurangan senyawa ini, akibatnya proses perekembagan JANIN, termasuk otaknya terhambat dan terganggu. JANIN akan tumbuh kerdil.

Sebaliknya, jika tiroksin berlebih, sel-sel baru akan tumbuh secara berlebihan sehingga JANIN tumbuh melampaui ukuran normal. Karenanya, cermati asupa yodium ke dalam tubuh saat hamil. Angka yang ideal untuk konsumsi yodium adalah 175 mikrogram perhari

Tiamin (vitamin B1), Riboflavin (B2) dan Niasin (B3)

Deretan vitamin ini akan membantu enzim untuk mengatur metabolisma sistem pernafasan dan enerji. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi Tiamin sekitar 1,2 miligram per hari, Riboflavin sekitar 1,2 miligram perhari dan Niasin 11 miligram perhari. KETIGA vitamin B ini bisa Anda konsumsi dari keju, susu, kacang-kacangan, hati dan telur.
Air
Kebutuhan ibu hamil di TRIMESTER III ini bukan hanya dari makanan tapi juga dari cairan. Ari sangat penting untuk pertubuhan sel-sel baru, mengatur suhu tubuh, melarutkan danmengatur proses metabolisma zat-zat gizi, serta mempertahankan volume darah yang meningkat selama masa kehamilan.

Jika cukup mengonsumsi cairan, buang air besar akan lancar sehingga terhindar dari sembelit serta risiko terkena infeksi saluran kemih. Sebaiknya minum 8 gelas air putih sehari. Selain air putih, bisa pula dibantu dengan jus buah, makanan berkuah dan buah-buahan. Tapi jangan lupa, agar bobot tubuh tidak naik berlebihan, kurangi minuman bergula seperti sirop dan softdrink

Klik disini untuk artikel lain yang berhubungan.

Rabu, 15 April 2009

Berjerawat saat hamil ???



Diserang jerawat saat hamil ?? Agaknya itu yg aq alami saat ini, saat kehamilan udh masuk minggu ke-26-27, jerawat2 itu tak hanya tampil di muka, tp jg di dada, leher, punggung, dan perut....huhuhu, gatalnya....
Ternyata problematika seputar jerawat ini jg dialami sebagian besar ibu hamil lainnya, menurut beberapa artikel yg aq baca si jerawat ini disebabkan oleh meningkatnya kadar minyak tubuh akibat hormon androgen berlebihan, kelebihan minyak bereaksi dengan kotoran dan bakteri.

Tapi para 'bumil' jgn khawatir....it's not a big deal kog, tetap lakukan perwatan rutin spt :
- Bersihkan kulit dengan seksama, termasuk membersihkan wajah paling tidak 3 kali sehari, sebelum memakai make up, sepulang bepergian serta sebelum tidur. Gunakan sabun dan pembersih dengan pH seimbang: 5 – 6,5.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk buah-buahan bervitamin C, dan penuhi kebutuhan cairan tubuh.

Tapi ingat hal-hal yang harus kita hindari :
- Memencet atau meraba dan menyentuh JERAWAT
- Memakai sembarang obat anti JERAWAT. Konsultasikan kepada dokter. Dokter kulit biasanya akan memberikan obat JERAWAT topical berupa obat oles, seperti gel, krim atau salep, dan bukan obat yang harus diminum.

Jangan khawatir, qt tetap bs tampil cantik kog saat hamil walaupun berjerawat :
- Samarkan JERAWAT dengan concealer, pertahankan riasan wajah tipis.
- Jika ingin menggunakan pelembab tetapi kulit terlalu berminyak, pilih pelembab bebas minyak berbentuk gel atau lotion.

But the most important thing, yang harus selalu qt ingat tetap nikmati masa-masa kehamilan dengan bahagia, apapun efek yang timbul dari kehamilan itu harus selalu qt syukuri sbg nikmat yg telah dianugerahkan Yang Maha Kuasa....... :)

Minggu, 12 April 2009

Makanan berserat 'wajib' untuk ibu hamil



Serat makanan sebenarnya tergolong karbohidrat, tapi yang tidak dapat dicerna, sehingga akan dikeluarkan kembali bersama kotoran dan sisa makanan (“sampah”) lainnya. Serat tidak dapat dicerna tubuh karena tidak dapat diuraikan (dihidrolisa) oleh enzim pencernaan.

Namun ada serat yang sifatnya larut di dalam air, seperti kacang-kacangan, apel, buah pir, biji-bijian dan havermut. Sementara serat yang tidak larut dalam air misalnya wortel, roti gandum, beras merah, tomat, pepaya, dan timun.

Serat yang dapat mengatasi sembelit adalah yang bersifat tidak larut dalam air. Serat ini akan membuat “sampah” menjadi lebih padat, karena menyerap air yang terkandung di dalamnya. Volume “sampah” yang menjadi lebih besar akan merangsang otot-otot saluran pengeluaran berkontraksi dan mendorong “sampah” keluar.

Selain serat, memperbanyak konsumsi air juga akan sangat membantu. Jangan lupa, lakukan pula olahraga ringan, seperti jalan kaki. Aktivitas ini merangsang otot-otot rektum (saluran pembuangan sekitar anus) mendorong “sampah” dikeluarkan. Maka, bebaslah Anda dari gangguan sembelit.

Serat “Buatan”, Bermanfaatkah? Tentunya bunda sudah sering mendengar mengenai “minuman” yang konon mengandung serat tinggi, kan? Seringkali “minuman” ini dimanfaatkan sebagai “obat” mengatasi sembelit. Masalahnya, apakah “minuman” ini aman untuk ibu hamil?

“Minuman” berserat ini umumnya dibuat dari bahan baku berupa ekstrak sejumlah tanaman, tapi sifatnya larut dalam air. Itu sebabnya, “minuman” ini sebenarnya tidak banyak membantu mengatasi masalah sembelit. Karena, yang dibutuhkan tubuh adalah serat alami yang bersifat tidak larut dalam air, yakni yang berasal dari sayuran dan buah-buahan segar.

Yang tak kalah penting, jangan lupa minum yang banyak dan jangan mengonsumsi serat dalam jumlah terlalu banyak. Karena, serat bersifat “mengikat” zat-zat nutrisi lainnya, seperti kalsium dan vitamin, sehingga penyerapan oleh tubuh menjadi berkurang. Padahal, tubuh Anda selama masa kehamilan ini, khususnya pada trimester ke-3, membutuhkan asupan vitamin dan mineral dalam jumlah yang lebih banyak.

Nah, karena kebanyakan ibu hamil mengalami masalah pd sistem pencernaan, ada baiknya bunda perhatikan makanan berserat yg baik utk kita konsumsi ya....

Selasa, 07 April 2009

Keluhan-keluhan selama hamil dan solusinya (2)


Pegal-pegal
Penyebabnya bisa karena ibu hamil kekurangan kalsium atau karena ketegangan otot. Sepanjang kehamilan, boleh dibilang ibu membawa beban berlebih. Otot-otot tubuh juga mengalami pengenduran sehingga mudah merasa lelah. Hal inilah yang membuat posisi ibu hamil dalam beraktivitas apa pun jadi terasa serba salah. Penyebab lainnya, yaitu ibu hamil kurang banyak bergerak atau olahraga.
Solusinya :

Amat disarankan untuk senantiasa menyempatkan waktu berolahraga atau setidaknya beraktivitas ringan. Ibu hamil pun sebaiknya menjaga sikap tubuh. Ibu diwajibkan mengonsumsi susu dan makanan yang kaya kalsium. Menggunakan koyo? Boleh-boleh saja.

Kram dan sakit pada kaki

Menjelang akhir kehamilan tangan dan kaki sering mengalami kekakuan. Bagian tubuh tersebut agak membengkak sedikit karena menyimpan cairan. Akibatnya syaraf jadi tertekan. Tekanan ini terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Sehingga tangan dan kaki tidak merasakan apa-apa dan ototnya jadi lemah. Gejala ini terasa waktu bangun tidur di pagi hari dan membaik di siang hari. Penyebabnya diperkirakan karena hormon kehamilan, kekurangan kalsium, kelelahan, tekanan rahim pada otot, kurang bergerak sehingga sirkulasi darah tidak lancar.
Solusinya :

Saat kram terjadi, yang harus dilakukan adalah melemaskan seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang kram. Dengan menggerak-gerakkan pergelangan tangan dan mengurut bagian kaki yang terasa kaku bisa membantu menghilangkan kekakuan. Selain itu, pada saat bangun tidur jari kaki ditegakkan sejajar dgn tumit utk mencegah kram mendadak. Agar kram tidak sampai mengganggu, atasi dengan mengkonsumsi banyak kalsium, minum air putih yang banyak, melakukan senam ringan, dan cukup istirahat.

Kaki bengkak (Edema)
Sekitar 75% wanita hamil pasti mengalami pembengkakan pada kaki (edema), yang umumnya terjadi pada trimester akhir. Penyebabnya bisa karena ibu terlalu banyak diam. Secara fisiologis, ibu hamil memang menanggung beban tambahan yang akan semakin memperlambat aliran darah pada pembuluh darah vena. Kaki bengkak selanjutnya bisa memicu tekanan darah tinggi atau malah preeklamsi. Sebenarnya, kaki bengkak bukan disebakan karena banyaknya mengkonsumsi garam. Ibu hamil boleh-boleh saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam seperti sebelum hamil.
Solusinya :

Lakukan cukup olahraga dan sebisa mungkin tidak bersikap statis atau berdiam diri dalam posisi yang sama berlama-lama. Saat Anda duduk, sebisa mungkin selalu luruskan kaki. Sempatkan untuk beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas dan tidur dengan posisi berbaring pada sisi kiri tubuh. Anda sebaiknya mulai mewaspadai pembengkakan pada kaki bila diikuti juga dengan berat badan yang meningkat drastis, naiknya tekanan darah serta kadar protein dalam urin. Bisa jadi gejala tersebut merupakan tanda bahwa Anda mengidap pre-eclampsia.




Keluhan-keluhan selama hamil dan solusinya


Mual dan Muntah
Menurut Dr. HM. Bayu Wahyudi, MOH, SPOG, sekitar 50 hingga 70 persen wanita hamil akan mengalami rasa mual dan terkadang disertai pegal, pusing hingga meriang. Hal ini merupakan gejala normal yang muncul pada trimester pertama kehamilan di usia 6-14 minggu. Keluhan ini kerap dikenal dengan istilah Morning Sickness. Morning sickness terjadi karena plasenta yang berkembang dan menghasilkan sejenis hormon HCG. Hormon ini prosentasenya meninggi sesuai dengan pertumbuhan plasenta. Diperkirakan, hormon inilah yang mengakibatkan muntah melalui rangsangan terhadap otot dari poros lambung. Makin tinggi hormon ini makin cepat merangsang muntah. Sebenarnya hormon HCG sangat dibutuhkan pada awal kehamilan. Selain membentuk plasenta, HCG juga akan menjaga janin tumbuh dengan baik.
Solusinya :

Sediakan snack atau makanan ringan seperti, crackers, kue beras atau sebatang coklat di samping tempat tidur Anda. Makanlah bahan makanan tersebut ketika Anda bangun atau setelah mual hilang. Makanan-makanan tersebut dapat menghilangkan rasa mual. Selain itu, jagalah pola makan dan makanlah sesering mungkin walaupun dalam porsi kecil. Tujuannya untuk menjaga agar perut tidak berada dalam keadaan kosong dan tetap menjaga gula darah yang stabil. Perbanyaklah mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat, perbanyak minum, mengkonsumsi vitamin B6, istirahat cukup, menjauhi makanan pedas serta bersikap positif terhadap kehamilan dapat mengurangi gejala mual-mual

Buang air kecil
Inilah keluhan yang paling sering dialami. Adanya janin membuat tekanan pada kandung kemih. Kadangkala penyebabnya kecenderungan ibu hamil yang minum lebih banyak. Akibatnya, ginjal lebih banyak pula memproduksi air seni. Selain itu letak kandung kemih yang bersebelahan dengan rahim membuat kapasitasnya berkurang. Itulah salah satu sebab ibu hamil sering buang air kecil.
Solusinya :

Yang perlu diwaspadai, saat ini sering terjadi infeksi pada saluran atau kandung kemih pada ibu hamil. Sayangnya, sulit membedakan buang air kecil yang disebabkan oleh infeksi atau tidak. Yang mungkin bisa dijadikan pedoman yakni rasa nyeri yang menyertai. Jika keluarnya air seni diiringi oleh rasa nyeri dan warnanya merah atau keruh mungkin itu pertanda infeksi. Untuk mengatasinya, jangan menunda keinginan buang air kecil.

Senin, 06 April 2009

Minggu ke 25-26 kehamilanku


Alhamdulillah skg kehamilanku dan masuk minggu ke 25-26, berarti dah mo masuk 3rd semester yaa...senangnya ^_^. Kemarin pas check ke dokter beratnya udah kira2 900 gr, alhamdulillah bayinya sehat. Based on theory utk umur kehamilan 26-26 minggu berat janin kira2 1 pon 6 ons - 1 pon 7 ons, jd kira2 sekitar 700-800 gr. Dan dokter bilang bayi-nya perempuan...duh senangnya, tp sbnrnya feeling-ku sih tadinya bayi-nya laki-laki dan udh disiapkan pula nama utk bayi laki-laki tp tnyt perempuan, yah alhamdulillah laki-laki 'n perempuan sama aja kog yg penting bayinya sehat dan insya allah tercukupi gizinya.
Nah skg aq pny tugas baru, yaitu menyiapkan segala pernak-pernik menjelang kelahiran putri pertama kami, hmm i'm so excited, mommy can't wait for your coming my little princess.
 

My Blog List

Term of Use

pregnancy - maternity - baby Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino