Rabu, 29 April 2009

Pengaruh Musik Klasik pada Perkembangan Janin


Mendengarkan musik klasik sebenarnya merupakan bagian dari beberapa stimulasi yang biasanya diberikan oleh ibu hamil kepada janin di dalam kandungannya. Stimulasi tersebut meliputi stimulasi fisik-motorik dengan "mengelus-elus" jabang bayi melalui kulit perut sang ibu, stimulasi kognitif dengan berbicara dan bercerita kepada janin, dan stimulasi afektif dengan menyentuh perasaan bayi. Makin sering dan teratur perangsangan diberikan, makin efektif pengaruhnya.

Pada janin, musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak. Perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun. Namun, intervensi ini haruslah seimbang. Orang tua sebaiknya tidak hanya menstimulasi kemampuan otak kiri, tetapi juga otak kanannya.

Oleh para pakar, organ pengontrol pikiran, ucapan, dan emosi ini memang dibedakan atas dua belahan, kiri dan kanan, dengan fungsi berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian. Sementara otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis.

Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga kreatif. Kalau dia pintar matematika, dia juga mampu berbahasa, menulis, dan mengarang dengan baik.

Sementara itu bagi ibu hamil, musik - terutama yang klasik - bisa membebaskannya dari stres akibat kehamilan. Ini sangat baik sebab, stres yang tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk bagi ibu yang bersangkutan dan perkembangan janin di rahimnya. Stres pada wanita hamil akan meningkatkan kadar renin angiotensin, yang memang sudah meningkat pada wanita hamil sehingga akan mengurangi sirkulasi rahim-plasenta-janin. Penurunan sirkulasi ini menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen kepada janin berkurang. Perkembangan janin pun terhambat. Hambatan macam ini bisa dihilangkan atau dikurangi bila si ibu mendengarkan musik klasik, terutama karya Mozart & Beethoven.

Memang, tidak setiap ibu hamil menyukai musik klasik. Namun, kalau didengarkan secara berulang-ulang hingga hafal, akan terasa letak indahnya musik klasik ini. Keindahan dan ketenangan inilah yang membuat musik klasik itu istimewa.

Stimulasi perkembangan otak janin ini bisa dilakukan sejak usia kehamilan 18 - 20 minggu. Menurut Harold I. Kaplan, Benjamin J. Sadock, dan Jack A. Grebb, pada usia itu janin sudah dapat mendengar. Dia juga sudah bisa bereaksi terhadap suara dengan memberi respons berupa kontraksi otot, pergerakan, dan perubahan denyut jantung. Bahkan, pada usia itu perkembangan mental emosional janin sudah dapat dipengaruhi musik.

Mendengarkannya bisa dilakukan di mana saja. Namun, untuk tujuan terapi sebaiknya dilakukan di tempat khusus untuk terapi dan dipandu oleh pakarnya. Waktu yang diperlukan untuk terapi musik sekitar 30 menit, untuk relaksasi (10 - 15 menit), dan stimulasi (15 - 20 menit). Di rumah, lamanya mendengarkan musik yang dianjurkan untuk ibu hamil sekitar 30 menit setiap hari. Sebaiknya, saat mendengarkan jarak loudspeaker sekitar 50 cm dari perut. Si ibu bisa melakukannya dalam keadaan istirahat atau aktif seperti membaca atau melakukan senam hamil.

Untuk memperoleh manfaat dari mendengarkan musik, ibu hamil dianjurkan mendengarkan dengan penuh perhatian dan kesadaran. Musik mesti mendapat kesempatan untuk merasuk ke dalam pikiran. Dengan demikian, suara, harmoni, dan irama musik dapat mendorong seseorang untuk bergairah, kreatif, dan menyenangkan.

Kalendar Kehamilan Trimester Ketiga


Minggu ke-26
Lonjakan pertumbuhan bayi, terjadi pada minggu ini hingga minggu ke-29. Sekarang saja panjangnya sudah 36 cm dan beratnya 1 pon 7 ons. Gerakannya pun sudah bisa Ibu rasakan setiap hari. Bila karena suatu hal, ia terpaksa lahir lebih awal, paru-parunya sudah siap bernafas walau masih berkembang. Denyut jantungnya rata-rata 150 denyut/menit. Bila bayi Ibu laki-laki, denyutnya bisa lebih tinggi dari 150 denyut/menit, sebaliknya untuk bayi perempuan sedikit lebih rendah.

Minggu ke-27
Panjang bayi Ibu kini 37cm dengan bobot kurang lebih 2 pon. Memasuki trimester terakhir, bayi Ibu mulai menerima kekebalan terhadap infeksi dari antibodi yang ada di sekitar plasenta. Kekebalan ini akan meningkat dengan pemberian ASI dan terus berlangsung hingga usia bayi Ibu beberapa bulan.

Minggu ke-28
Dengan panjang sekitar 38cm dan berat 0.8 kg, bayi Ibu kini dapat melihat sekitarnya serta membuka kelopak matanya. Panca inderanya yang lain kini hampir lengkap. Ia dapat merasakan, menyentuh dan mengenal suara Ibu tanpa kesulitan. Karena bayi Ibu makin tumbuh, ruang geraknya dalam rahim jadi semakin sempit. Tendangannya pun makin terasa. Untuk mencari posisi yang nyaman, ia akan menarik lengan dan kaki ke dada seperti posisi janin pada umumnya.

Minggu ke-29
engan panjang hampir 40 cm, bayi Ibu kini berbobot kurang lebih 1 kg. Walaupun tiap bayi berbeda, tapi selama trimester ketiga ini, Ibu bisa memperkirakan berat bayi Ibu mungkin akan meningkat tiga kali lipat menjelang minggu ke-40.
Kalau Ibu lihat dalam saat di USG, bayi Ibu kini sudah sepenuhnya berbentuk. Walau belum matang, namun semua organnya sudah berkembang.

Minggu ke-30
Saat ini Ibu mungkin merasa perut Ibu sangat besar. Wajar saja, karena kini bayi Ibu panjangnya sudah 40 cm dengan berat sekitar 1.1 kg. .80% waktunya kini Ia habiskan untuk tidur dan bermimpi. Perkembangan otaknya juga pesat di minggu ini.

Minggu ke-31
Panjang bayi Ibu kini sekitar 41cm dan beratnya bertambah menjadi sekitar 1.5 kg. Bagian otaknya sudah berkembang. Ibu juga sudah bisa memberi rangsangan, lewat musik misalnya.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa para bayi yang diberi rangsangan musik sejak dalam kandungan, akan memberikan respon baik setelah lahir. Mengapa tidak Ibu coba?

Minggu ke-32
Panjang bayi Ibu kini sekitar 42cm dengan bobot kurang lebih sekitar 1.6 kg. Semua sistemnya sudah berkembang baik kecuali paru-paru dan pencernaan yang akan berkembang beberapa minggu lagi.
Saat bayi Ibu bangun, matanya terbuka dan ia melakukan berbagai hal yang biasa dilakukan bayi yang baru lahir, seperti memegang kaki dan menghisap jempolnya.
Ekspresi wajahnya yang mulai bervariasi akan membuat Ibu tak sabar melihatnya saat lahir.

Minggu ke-33
Pada minggu ke-33, sistem kekebalan tubuh bayi Ibu pun semakin kuat. Kalau ia lahir sekitar satu bulan ini, kurang lebih dua pertiga sistem kekebalan tubuhnya berkembang. Kulit bayi Ibu menjadi lebih tebal dan kerut-kerutnya sudah jauh berkurang. Beratnya kini sekitar 1.9 kg dan panjangnya sekitar 44cm.

Minggu ke-34
Enam minggu lagi bayi Ibu akan lahir. Panjangnya sekarang sekitar 45cm dan bobotnya kurang lebih sekitar 2,1 kg. Kulitnya sudah mulai menebal lengkap dengan lapisan lemak yang tersimpan di dalam kulit untuk proses insulasi dan makanan.
Ibu akan terus menerima antibodi untuk memberi kekebalan tubuh terhadap penyakit serta untuk menyiapkan sang bayi menghadapi kehidupan dunia luar.

Minggu ke-35
Bayi Ibu kini sudah mampu merespon cahaya, suara dan rasa sakit. Sejalan dengan tumbuh kembangnya, volume cairan amniotik juga berkurang dalam rahim Ibu. Ia kini mengisi hampir seluruh ruang dalam rahim.
Ususnya sudah terisi kotoran berwarna hijau yang disebut meconium. Jangan heran, bayi Ibu mungkin bisa langsung pup pertama kali sesaat setelah lahir.

Minggu ke-36
Bayi Ibu sudah semakin montok . Berat badannya meningkat 0.1 kg setiap minggu pada akhir trimester ke-3 ini dan panjangnya 47 cm. Jika ia adalah bayi pertama Ibu, maka kepalanya mungkin sudah mengarah ke bawah menuju jalan lahir.
Tapi jika belum, bukan masalah, kok. Bayi Ibu akan terampil mencari jalan lahir.

Minggu ke-37
Karena ruang untuknya sudah semakin sempit, maka gerakannya kini bukan terasa menendang tapi menggeliat. Wajar saja, karena beratnya sekarang sekitar 2.7 kg dan panjangnya 49 cm. Besar kan?
Wajah bayi Ibu sudah lengkap. Kelopak matanya kini dapat terbuka dan tertutup dengan mudah dan sudah punya bulu mata. Lehernya juga semakin tebal.

Minggu ke-38
Bayi Ibu sudah makin matang. Di 2 minggu terakhir ini ia banyak berbaring. Umumnya, bayi yang siap lahir panjangnya sekitar 49 atau 50 cm, dan beratnya mendekati 2.9 kg. Ajaklah ia berbicara atau bernyanyi, karena ia sudah mampu mendengarkan suara Ibu. Komunikasi ini juga menciptakan kedekatan antara Ibu dan bayi.

Minggu ke-39
Satu minggu sebelum melahirkan, kepala bayi Ibu akan turun ke rongga pinggul.Tulang-tulang tengkoraknya sudah siap untuk proses persalinan sehingga kepala bayi Ibu dapat melewati leher rahim. Panjang bayi Ibu kini sekitar 50-51cm dan bobotnya bertambah sekitar 1 perhari.

Minggu ke-40

Dari satu sel, selama 9 bulan berubah menjadi seorang manusia kecil yang terdiri dari 200 juta sel. Sungguh menakjubkan!
Saat dilahirkan, berat rata-rata bayi adalah sekitar 3.4 kg dengan panjang 50cm. Ruang geraknya terbatas karena tubuhnya memenuhi rahim Ibu.


Kini, Bunda dan si kecil tinggal menunggu waktu kelahiran. Santai saja, banyak jalan, dan coba menikmati saat-saat terakhir merasakannya di perut ibu.
Memang wajar kalau Bunda cemas menghadapai proses melahirkan. Semua calon ibu merasakan hal yang sama. Maka itu, kenali tanda-tanda kelahiran dengan keluarnya bercak darah atau lendir kemerahan dari vagina. Kontraksi yang Bunda alami juga akan terus berlangsung semakin sering. Jangan lupa banyak menghela nafas agar ibu lebih rileks.

Selamat menyambut sang buah hati Bunda, semoga lancar dan tetap sehat!

Original articles reff : http://www.clubnutricia.co.id/





Selasa, 28 April 2009

Kalendar Kehamilan Trimester Kedua


Minggu ke-13
Mungkin Ibu kini tak asing lagi dengan gerakan bayi Ibu dalam rahim. Panjang tubuhnya yang sudah mencapai 8 cm memang makin aktif menendang dan berputar. Ginjal kecilnya pun mulai bekerja dan mulai mengirimkan air seni ke kandung kemihnya.
Kini ukuran kepalanya sepertiga ukuran badannya. Setiap minggu, ukuran bayi Ibu makin menyerupai ukuran bayi baru lahir.

Minggu ke-14
Pada tahap ini, jantung bayi Ibu sudah mampu memompa beberapa liter darah ke seluruh tubuh mungilnya setiap hari. Ia sudah bisa mengatur gerakan nafas walau masih memperoleh oksigen dari plasenta yang disalurkan melalui tali pusat. Panjang bayi Ibu kini 9 cm.

Minggu ke-15
Saat perut Ibu makin membuncit, panjang bayi Ibu pun bertambah menjadi sekitar 12 cm. Tulang-tulangnya mulai mengeras dan bulu-bulu halus (lanugo) mulai tampak pada kulitnya.
Coba perhatikan, ekpresi wajahnya mulai berbeda karena otot wajahnya sudah berkembang dan alis mata mulai terbentuk. Ia makin tampak seperti bayi.
Ia juga mulai sibuk menghisap dan mengeluarkan cairan amniotik yang berfungsi membantu perkembangan paru-parunya. Kakinya sudah tumbuh lebih panjang dari lengannya. Ia juga sudah mampu menggerakan tulang sendinya.

Minggu ke-16
Di minggu ke-16, panjang bayi Ibu sudah sekitar 15 cm dan sudah mempunyai kuku jari tangan dan kaki. Ia juga lebih aktif memutar kepalanya dan melatih ke-40 set ototnya. Walaupun kelopak matanya masih tertutup, namun ia dapat merasakan cahaya yang datang dari luar dunianya.

Minggu ke-17
Di minggu ke-17, panjang bayi kecil Ibu sekitar 17 cm. Ginjalnya mulai berfungsi baik. Ia juga sudah mulai buang air kecil seperti Ibu beberapa kali sehari. Urinenya disaring kembali oleh tubuh Ibu melalui plasenta. Pendengarannya sudah jauh lebih baik dan ia bisa merespon suara Ibu.

Minggu ke-18
Wah, bayi Ibu kini panjangnya sudah 18 cm. Lucunya, ia kini sudah mengembangkan kebiasaan tidur. Gerakannya pun makin sering Ibu rasakan. Serangkaian sidik jari yang unik mulai terbentuk pada jari tangan dan kakinya. Bila ia laki-laki, jenis kelaminnya sudah bisa dibedakan dan terlihat pada hasil USG.

Minggu ke-19
Sejak dalam kandungan, sebenarnya bayi sudah menyukai rasa manis karena memberinya rasa nyaman dan tenang. Indera pengecapnya kini sudah berkembang lebih baik dan bisa merasakan rasa manis cairan amniotic dalam rahim.
Pendengarannya kini cukup peka terhadap suara –suara . Panjang badannya kini 19 cm.

Minggu ke-20
Bayi Ibu kini makin pesat pertumbuhannya. Panjang badannya sudah mencapai 22 cm. Bagian otak yang mengontrol inderanya juga berkembang pesat. Detak jantungnya sekarang mudah dideteksi. Jangan heran, kulit bayi Ibu kini memproduksi lendir tebal berwarna putih yang disebut vernix. Lendir ini berfunsgi sebagai ‘anti-air’ untuk melindungi kulit bayi dalam kandungan.

Minggu ke-21
Bobot bayi dalam kandungan Ibu sudah sekitar 8 ons dengan panjang 26 cm. Karena ia sudah mampu mendengar suara Ibu, cobalah mengajaknya bercakap-cakap atau menyanyi untuknya.
Ginjalnya kini sudah bekerja dan mulai memroses kotorannya. Otak yang berkembang pesat membutuhkan asam lemak omega untuk terus tumbuh. Ibu bisa membantu pertumbuhannya dengan makan makanan seperti ikan atau sumber omega 3 lainnya.

Minggu ke-22
Saat ini pasti ibu sudah tak sabar menanti kelahiran sang buah hati. Apalagi kini ia sudah tidak kecil lagi. Panjangnya sudah 27 sampai 28 cm dengan berat 9 ons.
Ia juga kini makin peka pendengarannya terhadap suara Ibu. Wajah dan badannya makin mirip bayi baru lahir, walau kulitnya masih transparan dan lapisan lemaknya belum berkembang.

Minggu ke-23
Penasaran kan, bagaimana bayi Ibu saat ini? Ia sudah berlatih bernafas dan menghisap cairan amniotic ke dalam paru-parunya yang sedang berkembang. Kadang-kadang ia tampak memegang tali pusatnya.
Coba Ibu rasakan, pasti gerakannya lebih dahsyat dibanding minggu lalu. Ketika kulitnya berkembang, minyak dan kelenjar keringatnya pun mulai bekerja. Dengan berat 1 pon 1 ons dan panjang 29 cm, ia tampak sempurna sebagai bayi.

Minggu ke-24
Panjang bayi Ibu kini 30 cm dan beratnya 1 pon 3 ons. Menurut dokter, di usia ini bayi Ibu sudah mampu bertahan hidup bila harus lahir sekarang. Tapi dengan bantuan unit perawatan khusus bayi.

Minggu ke-25
Menjelang trimester ke-3, perkembangan bayi Ibu makin pesat. Panjangnya sekitar 34 cm dan beratnya 1 pon 6 ons. Selain suara Ibu, ia kini mampu mengenali suara ayahnya. Kalau Ibu bernyanyi atau suami memainkan musik. Ia pasti senang. Hebatnya lagi, otak yang makin berkembang sudah siap mengingat beberapa hal sejak dalam kandungan Ibu.

Original articles reff : http://www.clubnutricia.co.id/
 

My Blog List

Term of Use

pregnancy - maternity - baby Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino